Apem sapar yang sering kita dapati pada bulan sapar memiliki tempat tersendiri dalam masyarakat Cirebon. Dalam hal ini apem sapar memiliki hubungan lekat dengan kehidupan masyarakat Cirebon. Hubungan yang lekat dengan masyarakat Cirebon tersebut di antaranya apem sapar dipandang sebagai sesuatu yang sakral. Kesakralan tampak dari dari adanya pandangan bahwa jenis kue ini dapat menolak bala.

Selain itu jenis kue apem safar diyakini memiliki keterkaitan dengan beberapa tempat, yakni Masjid Pejlagrahan. Dalam hal ini masjid ini diyakini sebagai tempat untuk berembug untuk menentukan untuk membuat apem sapar yang akan digunakan sebagai senjata dalam menolak bala. Tempat lain yang memiliki kaitan dengan kue ini adalah Balapulang. Dalam hal ini Balapulang diyakini diyakini berkaitan erat dengan bala yang akan menyerang masyarakat Cirebon.

Dan keterkaitan lainnya lagi adalah perihal waktu pembuatan apem sapar dimana apem sapar hanya dibuat pada waktu yang sudah ditentukan, yakni 1 Muharram.

 

Sumber

  1. A. Wawancara

    Informan       

No. Nama Usia Pekerjaan Alamat Keterangan
1.

 

 

2.

 

3.

Masirah

 

 

Oom

 

Wahyudi

70

tahun

 

57 tahun

50

tahun

Wiraswasta

 

 

Pedagang

 

PNS

Blok Siabang, Desa Kaliwulu, Kec. Plered, Kab. Cirebon

Jl. Panjunan No. 136 Kota. Cirebon

Jln. Situgangga No. 22, Kel. Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon

 

Foto dengan Informan (Foto Pribadi)

 

  1. Buku

Bachtiar, Harsya W.

1981                       “The Religi of Jawa”, Sebuah Pengantar dalam Abangan, Santri, Priyayi dalam

masyarakat Jawa”. Bandung: PT Dunia Pustaka

Budhisantoso, S

1980/1981           “Upacara Tradisional” dalam Wasta Budaya. Nomor 2, Tahun IV, Proyek Media

Kebudayaan Jakarta. Jakarta: Ditjen Kebudayaan Depdikbud

Danandjaja, James

1972                       “Penuntun Cara Pengumpulan Folklore Bagi Pengarsipan”. Jakarta: Diperbanyak

Oleh  Panitia Tahun Buku Internasional 1972.

1973                       “Laporan Seminar Inventarisasi dan Dokumentasi Folklore Indonesiatanggal 28

s/d 31 Mei 1973 (Mimeograf). Jakarta: Panitia Penyelenggara Seminar

Inventarisasi dan Dokumentasi Folklore Indonesia

1988                   “Antropologi Psikologi: Teori, Metode dan Sejarah Perkembangannya”. Jakarta:

Rajawali Pers

1984                  “Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain”. Jakarta: PT Temprint

Kurniadi, Maryono, Dan Kawan-kawan

2006                       “Legenda Cirebon Cerita Tentang asal Usul Tokoh dan Peristiwa”. Cirebon:

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon

2006                       “Urip Waras Slametan dan Permainan Anak-anak”. Cirebon: Dinas Kebudayaan

dan Pariwisata Kota Cirebon

2008                       “Pengobatan Tradisional Cirebon”. Cirebon: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Kota Cirebon

2013                       “Kuliner Tradisional Cirebon”. Cirebon: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota

Cirebon

Foster / Anderson

1986                       “Antropologi Kesehatan”. Jakarta: UI-PRESS

Geertz, Clifford

1983                             “Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa”. Jakarta: Pustaka Jaya

1964                             “The Religion of Java”. London: The Free Press of Glencoe-Macmillan Ltd

Kentjono, Sjoko

1990                       “Dasar-dasar Linguistik Umum”. Fakultas Sastra Universitas Indonesia

Koentjaraningrat,

1981                       “Beberapa Pokok Antropologi Sosial”. Jakarta: P.T. Dian Rakyat.

1991                    “Metode-Metode Penelitian Masyarakat”. Jakarta: Gramedia

2007                    “Sejarah Teori  Antropologi”. Jakarta: UI-Press

2015                    “Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan ”. Jogjakarta: Gramedia Pustaka

Utama

2016                    “Pengantar Ilmu Antropologi”. Jogjakarta: Rineka Cipta

Lubis, Nina H.

1998                       “Kehidupan Menak Priangan 1880-1942. Bandung: Pusat Informasi Budaya

Sunda

Sugiarto, Prawiraredja Mohammed

2005                       “Cirebon: Falsafah, Tradisi dan Adat Budaya”. Jakarta: Perum Percetakan

Negara RI

Sugiyono,

2009                       “Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D“. Bandung: Alfabeta.

Suparlan, Parsudi,

1993                      “Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungannya”. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Disusun Oleh: Maryono K., Pamong Budaya Disporbudpar Kota Cirebon Tahun 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *