• 30 Oktober 2020 10:54 am

Website Resmi

#Ayo Ke Cirebon Kota Dengan Sejuta Cerita

TERASI

Byadmdkokpcirbnkota

Okt 12, 2020

Berbeda dengan jenis-jenis makanan lainnya, terasi lebih tepat dikatakan sebagai penyedap. Ini disebabkan terasi tidak lajim dimakan secara langsung tetapi sebagai penyedap pada makanan lainnya selayaknya vetsin atau semacamnya. Makanan yang menggunakan terasi terutama sambal. Bahkan untuk sambal, karena ada yang banyak menggunakan terasi, terdapat jenis tersendiri, yakni dikenal dengan sambal terasi. Sementara itu makanan-makanan lain yang menggunakan terasi biasanya berupa masakan, khususnya yang dimasak oleh orang Cirebon, seperti sayur asem, oreg tempe, dan oseng-oseng kangkung. Sedangkan untuk makanan bukan masakan terasi di antaranya digunakan untuk penyedap kerupuk.

Saat ini jenis makanan yang tergolong bumbu ini sangat identik dengan Cirebon. Terasi sudah menjadi jenis makanan khas Cirebon. Karena menjadi jenis makanan khas Cirebon ini terasi menjadi jenis makanan yang dicari oleh mereka yang berkunjung ke Cirebon untuk dijadikan oleh-oleh.

Selain itu keidentikan terasi dengan Cirebon juga tampak dari obyek berupa rebon. Keidentikan terjadi karena di satu sisi rebon merupakan bahan utama terasi dan di satu sisi lain rebon menjadi dasar bagi penamaan Cirebon.  Dalam hal ini nama Cirebon, unsur terpentingnya diambil dari obyek berupa rebon, dimana kata rebon memang berasal dari kata rebon bahan utama terasi.

Di Kota Cirebon pembuatan terasi ada di Kecamatan Lemahwungkuk, tepatnya ada di Kampung Pesisir Kelurahan Panjunan, Kampung Cangkol Kelurahan Kasepuhan, dan Kampung Apiapi Kelurahan Pegambiran. Sementara di tempat lain pembuatan terasi ada di Mertasinga, Bedulan atau Suranenggala, Karangreja, dan Kanci di Kabupaten Cirebon. Khusus untuk di Mertasinga, Bedulan atau Suranenggala dan Karangreja, terasi biasanya dibuat kadang-kadang saja dan terasi yang telah jadi untuk konsumsi sendiri. Sementara itu di Kanci, terasi dibuat dengan skala besar dengan melalui proses pabrik. Selain itu terasi dibuat juga di Kabupaten Indramayu bahkan Kabupaten Pangandaran yang berada di Pantai Selatan Pulau Jawa.

Saat ini terasi tidak hanya tersedia di tempat-tempat pedagang umum seperti warung, toko, baik yang tradisional maupun yang modern, dan pasar. Terasi juga tersedia di tempat-tempat pedagang khusus, yakni pusat oleh-oleh Cirebon.

 

 

Sumber

  1. Buku

Sugiyono,   “ Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D “. Bandung: Alfabeta.

2009

  1. Tulisan

Kurniadi, Maryono “Legenda Cangkol”. Artikel Yang Belum Diterbitkan

  1. Internet

https://kbbi.web.id

 

 

 

Penulis: Maryono K., S.IP.,M.Si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *