• 30 Oktober 2020 10:17 am

Website Resmi

#Ayo Ke Cirebon Kota Dengan Sejuta Cerita

PERAHU SOPE

Byadmdkokpcirbnkota

Okt 12, 2020

Perahu sope adalah salah satu jenis perahu yang biasa dibuat di masyarakat Cirebon. Dan bersama perahu jenis compreng, perahu ini masih dibuat di dalam masyarakat Cirebon hingga saat ini. Sementara perahu jenis soto dan sampan, yakni perahu-perahu yang juga biasa dibuat oleh masyarakat Cirebon, saat ini, dalam masyarakat Cirebon, sudah           Perahu Sope

tidak dibuat lagi.

Dalam masyarakat Cirebon, jenis perahu sope biasanya digunakan oleh nelayan untuk mencari ikan. Dan dalam mencari ikan tersebut dengan perahu sope mereka menggunakan jaring arad atau jaring rampus. Jaring arad adalah jaring yang dalam penggunaannya dengan cara ditarik. Sementara jaring rampus dalam penggunaannya dengan cara didiamkan. Karena dengan cara ditarik inilah ketika menggunakan jaring arad, perahu sope yang digunakan harus dengan 2 mesin. Sedangkan ketika menggunakan jaring rampus, karena penggunaan jaring didiamkan, maka perahu sope yang digunakan cukup dengan 1 mesin.

Sesungguhnya perahu sope adalah keturunan dari jenis perahu soto yang sekarang sudah tidak dibuat lagi. Perbedaan dengan generasi terdahulunya terletak pada serang serang-serangnya (serang depan dan serang belakang), dimana serang-serang pada perahu sope lebih pendek daripada serang-serang pada perahu soto. Jika perahu soto yang berukutan lebar 2,5 meter memiliki ketinggian kedua serangnya masing-masing 3 meter, maka pada perahu sope dengan ukuran lebar yang sama memiliki tinggi 2,4 meter pada kedua serangnya. Dengan kata lain terdapat perbedaan 60 cm antara perahu soto dengan perahu sope yang keduanya masing-masing berukuran lebar 2,5 meter, dimana pada perahu sope lebih pendek daripada perahu soto.

Di samping memiliki serang-serang yang lebih pendek daripaada jenis perahu soto, jenis perahu ini memiliki ciri dimana pada perahu ini terdapat banyak hiasan. Hiasan-hiasan itu adalah pesanggrahan, border, dan bayangkara yang ada pada bagian depan dan katek belakang yang terdapat di bagian belakang.

Pesanggrahan sendiri sesungguhnya adalah hiasan yang memiliki fungsi sebagai sandaran bambu untuk tenda atau tiang bendera depan. Sedangkan border adalah tempat mengikat antar perahu. Sementara itu katek belakang berfungsi sebagai sandaran kemudi. Dan bayangkara yang ada pada bagian depan kapal terdapat di bagian kanan dan bagian kiri.

Seperti jenis-jenis perahu lainnya, perahu ini bisa juga digunakan untuk berlayar ke tempat yang lebih jauh. Dalam hal ini seperti perahu-perahu jenis lainnya, agar dapat berlayar ke tempat yang jauh, maka perahu yang dibuat atau dipergunakan harus memiliki ukuran yang besar.

Di Cirebon, untuk membuat satu perahu sope oleh satu orang biasanya memakan waktu sekitar 90 hari. Dan jika dikerjakan oleh 3 orang biasanya memakan waktu 30 hari.

 

 

 

Sumber

  1. Pengamatan

Pengamatan dilakukan di TPI Kampung Pesisir tanggal 6 Oktober 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Informan
No. Nama Usia Pekerjaan Alamat Keterangan
1.

 

 

 

 

2.

Rasta

 

 

 

 

Warmad

51 tahun

 

 

 

75

tahun

Pembuat Perahu

 

 

 

Nelayan

Jalan Sembilang No. 42, Kampung Pesisir, Kel. Panjunan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon

Rt.8/10, Kampung Pesisir, Kel. Panjunan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto dengan Informan (Foto Pribadi)

  1. Buku

Sugiyono,   “ Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D “. Bandung: Alfabeta.

2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto-foto

Foto Pribadi

 

 

 

 

Penulis: Maryono K., S.IP.,M.Si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *