• 30 Oktober 2020 10:21 am

Website Resmi

#Ayo Ke Cirebon Kota Dengan Sejuta Cerita

CERITA TENTANG SALEH SEORANG PEJUANG KEMERDEKAAN CIREBON

Byadmdkokpcirbnkota

Okt 12, 2020

Saleh atau disebut pula dengan Pak Saleh adalah salah seorang pahlawan kemerdekaan yang dimiliki Cirebon. Ia dikatakan salah seorang pahlawan kemerdekaan Cirebon dikarenakan sepak terjangnya yang kontra terhadap Belanda. Dalam hal ini ia banyak membantu para pejuang yang menghendaki kemerdekaan.

Saleh sendiri adalah seorang keturunan ningrat yang berasal dari Jawa Tengah. Ia di Cirebon karena tugas sebagai pegawai  pemerintah.

Dalam perjuangan melawan Belanda, Saleh bertindak seperti ular berkepala dua. Ini dikarenakan walau ia mendukung kebijakan Belanda, ia secara sembunyi-sembunyi menyokong perjuangan para gerilyawan pro kemerdekaan. Ia mendukung kebijakan Belanda disebabkan kedudukannya sebagai pegawai pemerintah yang pada saat itu merupakan pemerintah Belanda.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Saleh dalam mendukung perjuangan kemerdekaan adalah memberikan obat-obatan serta amunisi berupa peluru kepada para pejuang pro kemerdekaan. Cara dia memberikan obat-obatan dan amunisi itu adalah dengan menempatkan barang-barang itu di kuburan muslim kamuflase atau kuburan muslim yang bukan kuburan sebenarnya. Kuburan tipuan ini tidak besar karena terdiri dari 5 atau 6 kuburan saja. Kuburan-kuburan ini terbuat dari bata yang ditumpuk seperti layaknya kuburan. Dan kuburan palsu ini terletak hanya belasan meter dari rumahnya, tepatnya di seberang jalan depan rumahnya.

Saleh menempatkan barang-barang ini di tempat ini karena Saleh tahu jika orang-orang Belanda paling takut dengan kuburan muslim. Karena ketakutan ini jika menempatkan barang-barang ini di tempat ini dapat lolos dari pengawasan orang-orang Belanda. Dan obat-obatan serta peluru yang ditempatkan di kuburan muslim tak sebenarnya ini kemudian diambil para pejuang untuk digunakan dalam rangka perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Saleh atau dikenal juga dengan Pak Saleh meninggal dengan cara sangat konyol. Ia meninggal karena ditembak oleh mereka yang sebenarnya Saleh dukung, yaitu pejuang-pejuang pro kemerdekaan  Indonesia. Penembaknya adalah para pejuang kroco (pejuang-pejuang pro kemerdekaan yang pangkatnya sangat rendah). Pejuang-pejuang kroco ini menembak Saleh karena tidak mengetahui jika Pak Saleh banyak membantu pejuang demi kemerdekaan Indonesia. Mereka menembak Saleh karena menganggap Saleh pro Belanda karena kedudukannya sebagai pegawai pemerintah.

Ketika meninggal dunia, Saleh dikuburkan di pekarangan samping rumahnya. Saat ini lokasi kuburan itu adalah garasi mobil rumah yang dulu ditempatinya. Selanjutnya ketika dibuka pemakaman Taman Makam Pahlawan di Kelurahan Kesenden untuk menampung jasad orang-orang yang telah berjasa dalam perjuangan kemerdekaan, jasad Saleh dipindahkan ke pemakaman itu.

Saleh meninggalkan beberapa orang anak. Di antaranya adalah yang bekerja di BNI di Sukabumi. Selain itu terdapat seorang putri bernama Hermin yang awalnya menempati rumah pusaka rumah yang ditinggalkan Saleh. Dan saat ini rumah pusaka itu sendiri sudah tidak ditempati Hermin karena telah pindah tangan ke orang lain.

Sampai saat ini ada penghargaan yang diberikan masyarakat Cirebon kepada Saleh atas jasa-jasanya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kesenden, penghargaan lainnya adalah pengabadian nama Saleh dengan memberikan nama salah satu jalan di kota Cirebon dengan nama Jalan Saleh. Dan jalan yang menggunakan nama Saleh itu tidak lain adalah jalan dimana rumahnya dulu terdapat di sisi jalan itu.

Sumber

  1. Informan
No. Nama Usia Pekerjaan Alamat Keterangan
1.                    Barita 62 tahun Tukang Parkir Jln. Raden Saleh, Gg. Kedrunan I No. 146. Kel. Kesenden, Kec. Kejaksan, Kota Cirebon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto dengan Informan (Foto Pribadi)

  1. Buku

Sugiyono,   “ Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D “. Bandung: Alfabeta.

2009

 

 

 

 

 

-foto

Foto Pribadi

Penulis: Maryono Kurniadi, S.IP., M.Si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *